Kota Batam Di Pulau Batam

BATAM

Kota Batam di Pulau Batam BATAM adalah sebuah Nama Kota yang ada di dalam gugusan Kepulauan Riau & Batam merupakan sebuah Kota Terbesar di Provinsi Kepulauan Riau - Indonesia.

TENTANG BATAM

Untuk kita ketahui bahwa Kota Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau - Indonesia. Untuk Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau kecil lainnya yang ada di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka.
NAMA KOTA KOTA BATAM
NAMA JULUKAN BANDAR DUNIA MADANI
HARI JADI 18 Desember 1829
DASAR HUKUM PP No. 34 TAHUN 1983
LOKASI KEPULAUAN RIAU, INDONESIA, ASIA TENGGARA
KOORDINAT 1°4′0″N 104°1′0″E
PULAU BATAM
PULAU BATAM, Rempang, dan Galang terhubung oleh Jembatan Barelang. Berdasarkan, Badan Pusat Statistik Kota Batam, Hasil Sensus Penduduk 2020, Penduduk Kota Batam pada Tahun 2020 adalah sebanyak 1.196.396 Jiwa.
Laju Pertumbuhan penduduk per Tahun (2010-2020) 2,32% menurun dibandingkan periode 2000-2010 yang sebesar 7,64%, Persentase Penduduk Usia Produktif (15-64 Tahun) 70,31% hal ini berarti Kota Batam masih dalam masa bonus demografi, Persentase Penduduk Lansia 3,67%, naik dibandingkan tahun 2010 yang sebesar 1,61%, Rasio jenis kelamin yaitu 104, yang berarti jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan.

KOTA BATAM

KOTA BATAM merupakan bagian dari kawasan khusus perdagangan bebas Batam–Bintan–Karimun (BBK). BATAM merupakan salah satu kota dengan letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat.


SEJARAH BATAM

Pulau Batam dihuni oleh pertama kalinya oleh Melayu sebagai selat sejak 231 M. Pulau yang merupakan perjuangan Medan untuk Laksamana Hang Nadim dalam perang melawan penjajah ini digunakan oleh pemerintah pada 1960-an sebagai basis logistik minyak di pulau Sambu.

Batam adalah salah satu pulau dari Cluster Kepulauan Riau dan sebuah pulau antara 329 pulau antara Selat Malaka dan Singapura, yang membentuk wilayah Batam secara keseluruhan. Dikarenakan langkanya informasi yang tertulis untuk keterangan pulau batam ini & melalui informasi dari suatu situs yang memberikan info literatur-literatur yang menuliskan tentang Batam, yaitu Perjanjian London. Dan Perjanjian London yang isinya adalah memberikan info tentang mengatur pembagian wilayah kekuasaan antara Belanda dan Inggris. Namun, menurut pelayaran Cina, pulau itu telah dihuni sejak 231 setelah JC ketika Singapura selalu disebut Pulau Ujung.

Dan pemerintah pusat mulai memberikan perhatian khusus dikarenakan Batam merupakan sebuah pulau yang kosong dengan hamparan padang pasir yang hampir tidak mempunyai kehidupan di daerah tersebut. Namun, ada kelompok warga yang pertama kali tinggal di pulau ini. Mereka bekerja sebagai sensor dan pertanian ikan. Mereka tidak terlalu terlibat dalam memodifikasi bentuk fisik pulau ini yang merupakan ruang lingkup liar.

Pada tahun 1970-an, PERTAMINA mulai mengembangkan usahanya di basis logistik dan basis operasionalnya untuk usaha industri minyak dan gas mereka di Kota Batam. Dengan tujuan awal pembuatan Batam Indonesia, kemudian berdasarkan Keputusan Presiden (Keputusan Presiden) Nomor 41 Tahun 1973, pengembangan Batam didukung dan dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang ditunjuk oleh Otoritas Pembangunan industri. Pulau Batam atau sekarang dikenal sebagai Badan Konsesi Batam (BP Batam) sebagai mengemudi untuk pengembangan Batam.

Sebagai perkembangan pesat Pulau Batam, pada 1980-an, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 1983, Daerah Batam, yang merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau, memperkuat statusnya kepada Menjadi kotamadya Batam, yang memiliki tugas untuk mengangkut administrasi pemerintah dan masyarakat dan resolusi otoritas Batam (BP Batam).

Di era reformasi pada akhir 1990-an, dengan hukum # 53 tahun 1999, kota administrasi Batam telah mengubah status mereka untuk menjadi wilayah otonom, yaitu Pemerintah Kota Batam untuk melaksanakan fungsi Pemerintah dan Pembangunan Dengan memasukkan agensi Otoritas Batam (BP Batam).


PEMERINTAHAN BATAM

Batam adalah salah satu dari 3.000 pulau yang membentuk Kepulauan Riau dan paling dekat dengan Singapura, yang hanya berjarak 20 km atau dua puluh menit dengan feri ber-AC. Ini memiliki populasi yang berkembang pesat sekitar 100.000. Karena pulau ini berkembang menjadi kawasan industri dan wisata utama, pulau ini menarik populasi yang terus meningkat dari pulau-pulau lain di Indonesia yang melihat Batam sebagai surga peluang. Dulu hampir tidak berpenghuni, kecuali beberapa komunitas nelayan yang tersebar, sejarah Batam berubah tajam mulai tahun 1969, ketika menjadi basis dukungan untuk 'perusahaan minyak Pertamina' milik negara dan eksplorasi minyak lepas pantainya. Pada tahun 1971 dekrit presiden menetapkannya sebagai kawasan industri dan pada tahun 1975 Otorita Batam dibentuk. Pada tahun 1978 Batam ditetapkan sebagai kawasan berikat.

Kota Batam memiliki dua macam pemerintahan yaitu Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan (BP BATAM). Namun pada tanggal 17 September 2019 berakhirnya pemerintahan dualisme sehingga Badan Pengusaha Batam diberikan kepada Pemerintahan Walikota Batam berdasarkan Pada Kebijakan tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PP 46/2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Secara administratif, Batam menikmati status unik di bawah Batam Island Development Authority (BIDA). Pulau ini bebas bea. Pasar liburan, ini berarti belanja bebas bea di kota, toko-toko hotel dan terminal feri. 

Selain memiliki lokasi yang strategis, tempat yang lapang, ketersediaan tenaga kerja, dan dukungan pemerintah, Batam memiliki keuntungan untuk pengembangan infrastruktur yang modern.

Lebih dari 1000 km jalanan beraspal yang terhubung dengan pusat aktivitas kota. Jalanan ini terus ditingkatkan dengan penambahan jalur untuk mengantisipasi pengguna jalan yang meningkat. Tidak terlihat adanya kemacetan walaupun pada jam sibuk.

Di Batam terdapat 3 pelabuhan yang melayani kapal barang dan 6 lokasi terminal ferry dengan lebih dari 100 jadwal keberangkatan per hari untuk melayani kebutuhan penumpang yang ingin berpergian ke Singapura dan Malaysia. Salah satu pelabuhan terbesar di Batam saat ini dapat melayani bongkar muat peti kemas hingga 35.000 Ton dan terus ditingkatkan agar dapat menampung hingga 150.000 Ton.

Bandara Internasional Hang Nadim telah memiliki 4.000 km landasan pacu, yang merupakan terpanjang di Indonesia guna melayani berbagai ukuran pesawat terbang penumpang berbadan besar maupun pesawat cargo dengan jadwal penerbangan 8 kali sehari ke Jakarta, dan 50 kali dalam seminggu ke seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Gedung terminal seluas 31.500 m2 dan akan dikembangkan menjadi 88.000 m2 dapat memberikan kenyamanan bagi mereka yang ingin berpergian menggunakan pesawat terbang. Fasilitas telekomunikasi juga merupakan salah satu standard tertinggi dengan dukungan teknologi canggih telah menjadikan Batam sebagai kota digital masa depan di Indonesia.

Banyaknya penyedia jasa yang menempatkan layanan internet nirkabel di titik-titik tertentu (Hot Spot) telah membuat Batam sebagai salah satu contoh pengembangan kota digital. Dengan fasilitas Hot Spot gratis membuat masyarakat Batam tidak mendapatkan kesulitan untuk mencari sebuah akses internet. Beberapa penyedia jasa internet ternama menyediakan layanan ini secara gratis.

Ketersediaan air bersih disalurkan melalui 6 tempat penampungan air yang dibangun dibeberapa tempat dengan kapasitas 3.850 liter/detik. Penyediaan air bersih yang memiliki pengakuan standarisasi oleh badan organisasi kesehatan dunia (WHO) merupakan salah satu sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan hampir dari 1 juta penduduk kota Batam.

Singkat kata Batam merupakan kota yang sangat potensial bagi para penanam modal asing baik luar maupun dalam negeri untuk menempatkan investasi di masa depan.

Next Post
5 Comments
  • Rumahsiaphunibatam
    Rumahsiaphunibatam 7 Februari 2022 17.57

    Batam..Kota Teh Obeng..

    • REDAKSI
      REDAKSI 7 Februari 2022 17.58

      Betul tu bang..
      Teh obenk sama Kopi "O"

    • Rumahsiaphunibatam
      Rumahsiaphunibatam 7 Februari 2022 18.00

      Ayo lah kita ngopi 'O'

    • REDAKSI
      REDAKSI 7 Februari 2022 18.03

      Oke siap abangku

  • Rumah Cipta
    Rumah Cipta 7 Februari 2022 18.16

    Batam, Kota 1000 Janji..

Add Comment
comment url