Jembatan Batam Bintan (BaBin), Jembatan Terpanjang di RI

Sejarah Jembatan Batam Bintan (BaBin)

Lebih Panjang dari Jembatan Suramadu, Jembatan Batam-Bintan Bakal Jadi Jalan Tol

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun jembatan Batam-Bintan yang kan menjadi jembatan terpanjang di RI Indonesia. Jembatan ini menghubungkan Pulau Bintan dan Pulau Batam di Provinsi Kepulauan Riau. Panjang jembatan ini mengalahkan panjang Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura.

Dikutip dari laman resmi pu.go.id, Jembatan Batam – Bintan termasuk jembatan khusus yang terdiri dari 2 jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Panjang Jembatan dari Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2.000 meter dan Panjang Jembatan dari Tanjung Sauh ke Bintan sekitar 5.000 meter. Sehingga total panjang jembatan ini sekitar 7.000 meter. Di mana panjang jembatan ini mengalahkan Jembatan Suramadu yang memiliki panjang 5.400 meter.

Mengenai pembiayaan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya mendorong inovasi pembiayaan pembangunan Jembatan Batam – Bintan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, pembiayaan pembangunan infrastruktur dengan skema KPBU memiliki keunggulan dibandingkan degan APBN.

"Keunggulan tersebut adalah bagi swasta memiliki kepastian pengembalian atau investasi plus keuntungan, sementara keuntungan Pemerintah proyeknya akan banyak yang mengawasi. Dengan itu, terciptalah tertib admininistrasi dan tertib teknis untuk melayani masyarakat lebih baik," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan mengatakan porsi pembiayaan Pemerintah pada jembatan penghubung Batam – Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung Sauh – Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.

Jembatan Terpanjang di RI yg Lewati 3 Pulau ini,  Presiden Jokowi tegaskan Gub, perintahkan agar proyek ini dilanjutkan.

Progres kesiapan dan keseriusan Pemerintah Provinsi Kepri atas rencana pembangunan jembatan yang diyakini akan menjadi new engine nya perekonomian Kepri dan bahkan akan menjadi penopang perekonomian nasional.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendadak terbang ke Jakarta untuk memenuhi panggilan Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono, untuk membahas tindak lanjut rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan dan sejumlah proyek lainnya.

Gubernur telah menyampaikan langsung kepada Presiden RI disela acara penanaman mangrove dan pelepasan elang laut di Pulau Setokok, Batam beberapa waktu lalu.

Presiden RI Joko Widodo, tegas Gubernur memerintahkan agar proyek ini dilanjutkan. Dan perintah lisan tersebut sudah dikerjakan oleh pemerintah Provinsi Kepri.

"Hari ini kita tindak lanjuti dengan memenuhi panggilan Menteri PUPR untuk membahas rencana pembangunan  jembatan Batam-Bintan. Kita paparkan tentang kesiapan kita. Selain jembatan Batam-Bintan, kita juga sampaikan rencana pembangunan infrastruktur strategis lainya yang ada di Kepri,"

Rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) tidak masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) APBN tahun 2022. 

Ini tertuang dalam Perpres Nomor 85 Tahun 2021, Tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022 yang diteken Presiden Joko Widodo pada 9 September 2021.

Dalam Perpres tersebut, pemerintah pusat telah menetapkan pembangunan di wilayah Provinsi Kepri yakni wilayah Batam-Bintan masuk dalam Major Project atau proyek strategis nasional dalam APBN 2022.

Namun, dalam Perpres itu hanya disebutkan untuk alokasi anggaran yang diplot kan dalam APBN 2022 untuk menyelesaikan proyek strategis sebesar Rp 453,957 miliar.

Selain itu, dalam Perpres ini juga disebutkan, highlight proyek yang akan dilaksanakan diantaranya pengembangan kedua kawasan yakni fasilitas bongkar muat Batu Ampar, Batam, pengembangan Bandara Hang Nadim, Batam, dan jalan Arteri.

Selain itu, pelaksanaan sarana dan prasarana desa wisata untuk mendukung destinasi pariwisata Kabupaten Bintan, dan jejaring destinasi wisata yang dikembangkan di Kabupaten Bintan.

Lembaga yang nantinya akan menggarap proyek tersebut yakni Kemenparekraf, Kemendes PDTT, dan BPKPB Batam.

#jokowi #jembatanbatambintan #jembatanbabin

Jembatan Batam Bintan, Jembatan Terpanjang di RI (Republik Indonesia)

Pembangunan jembatan yang menghubungkan Batam dan Bintan direncanakan mulai konstruksi pada tahun 2022 ini, untuk mengejar target selesai sebelum pergantian presiden pada 2024 mendatang.

Jembatan ini akan menjadi jembatan terpanjang yang membelah laut karena memiliki panjang 12 km, mengalahkan jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura sepanjang 5,43 km.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra, mengatakan pembangunan jembatan masih berlanjut dan masih dalam finalisasi pra-kualifikasi.

"Jembatan Batam-Bintan, kami akan sampaikan sampai saat ini finalisasi untuk prakualifikasi dilakukan Q2 tahun 2022," kata Harry, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (16/2/2022).

Rencananya jembatan ini akan dibangun bersama investor Singapura, karena dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Pembangunan akan terdiri dari dua jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Dijelaskan sebelumnya porsi pembiayaan pemerintah akan mengerjakan penghubung Batam sampai Tanjung Sauh ini. Sedangkan untuk Tanjung Sauh sampai Bintan dibangun oleh investor melalui proses lelang.

Pembangunan jembatan Batam-Bintang dinilai dapat mempercepat pemerataan pembangunan antar dua pulau.

Pemprov Kepulauan Riau juga sudah menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan sekitar proyek. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Pemprov Kepri Yodi Yantari mengatakan terdapat 24 hektare lahan masyarakat yang akan dibebaskan.

Untuk diketahui rencana ini juga masih dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD tahun 2021-2026. Dari pemerintah pusat juga memastikan bahwa proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url